Peralatan Ventilasi, Pintu, dan Jendela Kapal: Jenis & Fungsinya
Peralatan ventilasi serta pintu dan jendela harus ada di kapal demi kenyamanan penumpang. Namun yang perlu diperhatikan adalah cara pemasangan dan peletakan dari ventilasi, pintu dan jendela. Oleh karena itu, berikut adalah informasi mengenai peralatan ventilasi serta pintu dan jendela di atas kapal.
Peralatan Ventilasi di Kapal
Sifat udara yang terlalu lama tersimpan di dalam suatu ruangan sangat merugikan bahkan dapat mengganggu kesehatan manusia. Hal-hal tersebut dapat disebabkan oleh:
- Kadar zat arang yang meningkat
- Kadar uap air yang meningkat
- Kadar zat asam yang menurun
Untuk mencegah hal tersebut, maka dilakukan sirkulasi udara di setiap ruangan yang ada di kapal seperti ruang makan, ruang akomodasi, kamar mesin, dan lain sebagainya. Maksud dan tujuan sirkulasi udara melalui sistem ventilasi adalah untuk menjaga agar udara di dalam ruangan kapal selalu bersih atau segar, sehingga timbul atmosfer yang nyaman bagi manusia.
Selain itu, pengaruh kerusakan bagian kapal dan pembungkusan muatan yang ditimbulkan oleh besarnya kelembapan dapat dibatasi. Sistem ventilasi udara di kapal dibedakan atas 2 jenis, yaitu:
1. Sistem Ventilasi Natural (Natural Air Ventilation)
Pada prinsipnya, sistem ini menggunakan gerakan atau aliran udara alami, misalnya angin atau aliran udara yang disebabkan oleh perbedaan temperatur. Cara ini adalah yang paling murah karena didasarkan atas gerakan udara menggunakan deflaktor udara. Keburukannya, pada waktu cuaca buruk sistem ini tidak dapat bekerja sama sekali. Sebuah deflaktor udara terdiri dari tabung permanen dan penutup yang dapat diputar serta dilepas, sedangkan tabungnya tetap berada di dek.
Deflaktor udara pada umumnya dipergunakan untuk ventilasi di dek bawah, dek antara bawah (Lower Tween Deck), atau dek antara atas (Upper Tween Deck). Jenis deflaktor ini terutama digunakan sebagai alat pemasukan angin, tetapi dapat juga dipergunakan untuk mengeluarkan angin apabila diletakkan membelakangi arah datangnya angin.
Apabila deflaktor udara dihubungkan dengan ruangan di bawah dek, maka kepala dari deflaktor tersebut harus memenuhi persyaratan konstruksi dan ketinggiannya. Tiang pemuatan (tiang mast) yang dipergunakan sebagai deflaktor udara harus dilengkapi dengan penutup yang baik dan dapat dilayani dari bawah. Sebagai pengeluaran angin, bagian punggungnya dapat ditambahkan corong konis agar angin mendapat percepatan yang lebih besar. Udara panas di dalam palka dengan sendirinya akan naik ke deflaktor dan ditiup ke luar melalui mulut deflaktor.
Syarat-syarat pemasangan deflaktor menurut Konvensi Internasional 1966, deflaktor di posisi 1 dan 2 sampai ruangan di bawah geladak lambung timbul atau geladak bangunan atas tertutup harus dibuat dari baja atau bahan sejenis yang dihubungkan ke geladak secara kuat. Lubang-lubang deflaktor harus dilengkapi dengan alat penutup yang kedap dan efisien.
2. Sistem Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation)
Gerakan udara dibantu oleh adanya ventilator atau alat sejenis yang berputar di dalam tabung. Prinsipnya sama dengan ventilasi biasa, hanya saja deflaktor dilengkapi dengan alat mekanis (kipas) yang digerakkan dengan listrik, yang biasa disebut "Ventilator". Ventilator dibagi menjadi 2 macam:
- Ventilator dengan baling-baling biasa
- Ventilator dengan baling-baling sentrifugal
Di atas kapal penumpang dan kapal barang modern, ventilasi di dalam kamar-kamar menggunakan Air Condition. Udara di dalam kamar dihisap keluar, dikeringkan, diatur suhunya, lalu ditiupkan kembali melalui Louvers atau pipa-pipa udara berbentuk persegi empat (duct) yang memiliki cabang-cabang sempit.
Kerusakan pada muatan dan bagian kapal umumnya disebabkan oleh kelembapan udara. Hal ini dapat dihindarkan dengan menjaga agar kelembapan relatif tidak terlalu tinggi (±30%). Supaya setiap sudut palka mendapatkan ventilasi yang sempurna, kipas pemasukan udara dibuat lebih kuat dibandingkan pengeluaran udara, sehingga di dalam palka terdapat tekanan lebih (positive pressure) yang mencegah udara luar masuk melalui tutup palka.
Pintu Kedap Air dan Jendela (Windows and Watertight Doors)
Semua jenis pintu dan jendela di atas kapal memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, tergantung di mana bagian tersebut diletakkan.
1. Jendela
Contoh jendela kapal, sumber: google.com
Jendela di kapal berfungsi sebagai penerangan alam (jika tetap) serta ventilasi alam (jika dapat dibuka-tutup). Jenis jendela di kapal umumnya dibedakan atas:
- Berbentuk bulat (Side Scuttle): Jendela bulat berengsel dengan kaca tebal, dipasang pada dinding sekat rumah geladak, sekat bangunan atas, dan kulit lambung kapal.
- Berbentuk segi empat: Dipasang pada sekat bangunan atas geladak, ruang publik, ruang VIP, dan lorong-lorong kapal.
Konstruksi jendela bulat (Side Scuttle) dibagi atas tiga jenis:
- Jendela dengan bingkai berengsel yang dilengkapi penutup logam (deadlight) di luar dan deadlight kedap air di dalam. Dipasang pada geladak penumpang terbawah dengan jarak minimum 152 mm dari garis muat (Load Waterline).
- Jendela serupa tipe pertama tetapi tanpa penutup luar, biasanya dipasang pada kulit luar kapal dan sekat samping bangunan atas.
- Hanya berupa jendela bulat kaca berengsel.
2. Pintu
Contoh pintu kapal, sumber: google.com
Pintu-pintu di kapal dibagi menjadi beberapa jenis:
- Pintu Kedap Air (Watertight Door): Dibutuhkan untuk akses kru atau bongkar muat. Dapat dibuka dan ditutup saat kapal berlayar. Jenisnya meliputi pintu metal kedap air berengsel, watertight bulkhead access, side port access, dan side port cargo door pada kapal Ro-Ro.
- Pintu Kedap Cuaca (Weathertight Door): Dipasang pada bukaan rumah geladak yang terbuka di mana pintu kedap air tidak dianjurkan. Umumnya berengsel dengan bukaan ke arah luar ruangan untuk melindungi dari cuaca.
- Pintu Kedap Gas (Gas-tight Door): Dipasang pada sekat ruangan yang menyimpan gas beracun atau berbau tidak sedap dengan tipe berengsel.
- Pintu Tidak Kedap Air: Terbuat dari baja ringan atau bronze, dipasang pada ruang akomodasi seperti kamar tidur dan toilet. Dilengkapi isolasi khusus untuk meredam suara dan tahan api.
Gabung dalam percakapan
1. Silahkan berikan komentar anda sesuai dengan topik artikel
2. Gunakan tombol "Balas" jika ingin membalas komentar agar komunikasi lebih terstruktur
3. Gunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti
4. Dilarang keras meninggalkan link hidup atau aktif
Terima kasih telah berkunjung