Inilah Beberapa Wilayah Rawan Perompakan

Perompak Somalia

Perompak Somalia (Sumber: vinography.com)

ASIA SELATAN DAN SEMENANJUNG INDIA

Bangladesh: Tindak perompakan di wilayah perairan Bangladesh masih berlangsung namun intensitasnya sudah berkurang. Sasaran utama para perompak biasanya kapal-kapal niaga yang sedang persiapan melaksanakan lego jangkar. Sebagaimana dilaporkan, perompakan sering berlangsung di kawasan perairan Chittagong dan sekitarnya. Meskipun demikian, tindak perompakan di Bangladesh beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan cukup signifikan. Ini semua merupakan hasil upaya keras aparat kemanan setempat.

Indonesia: Di wilayah Perairan Indonesia perompakan kerap terjadi di Anambas, Natuna, Mangkai, Subi, Kepulauan Merundung, Tanjung Priok – Jakarta, Dumai, serta di Perairan Taboneo. Para perompak biasanya menyerang dengan menggunakan senjata tajam seperti pisau atau parang. Sesekali juga tersiar kabar bahwa mereka menyerang dengan menggunakan senjata api. Sekalipun berlayar di luar wilayah perairan tersebut, sebaiknya Anda tetap waspada. Seringkali terjadi tindak kejahatan yang tak terpublikasikan. Para perompak menyerang saat malam tiba. Ketika alarm kapal berbunyi, para perompak biasanya mengurungkan niat jahatnya lalu menjauh.

Selat Malaka: Tindak kejahatan di Selat malaka menurun cukup signifikan sejak Juli 2005 berkat upaya serius pihak keamanan negara-negara terkait yang kerap melaksanakan patroli terpadu di wilayah tersebut. Namun demikian, ini bukan berarti Anda harus mengurangi tingkat kewaspadaan saat melintasi Selat Malaka.

Selat Singapura: Saat melintasi Selat Singapura kapal-kapal disarankan untuk tetap waspada dan tetap melaksanakan tindakan antiperompakan. Umumnya para perompak menyerang kapal saat berlayar maupun ketika lego jangkar di perairan ini.

Laut China Selatan: Wilayah yang dikategorikan rawan perompakan di Laut China Selatan meliputi perairan Anambas, Natuna, Kepulauan Mangkai, Subi Besar, dan di wilayah perairan Merundung.

AFRIKA DAN LAUT MERAH

Nigeria: Lagos/Port Harcourt – Para perompak seringkali melakukan tindak kekerasan atau penyerangan, pembajakan, dan perompakan kapal. Mereka juga kerap melakukan penculikan terhadap ABK kapal-kapal niaga. Lokasi tindak kejahatan meliputi sepanjang pantai, sungai, lokasi lego jangkar, pelabuhan dan di sekitarnya. Serangan seringkali terjadi pada jarak 120nm dari pantai. Pada beberapa kejadian, para perompak membajak kapal selama beberapa hari kemudian merampok muatannya, khususnya gas atau minyak. Sejumlah ABK terluka akibat tindak kejahatan ini. Umumnya seluruh perairan Nigeria masih rawan kejahatan. Sejumlah serangan tidak dipublikasikan. Oleh karena itu, kapal-kapal disarankan tetap waspada bila melintasi Perairan Nigeria.

Benin: Cotonou – Meskipun tindak kejahatan telah menurun secara signifikan, wilayah ini masih sangat berisiko. Serangan terakhir menunjukkan bahwa para perompak di wilayah ini  bersenjatan lengkap dan sangat ganas. Bahkan pada beberapa kejadian dilaporkan para perompak telah membakar kapal. Sejumlah tanker telah mengalami serangan dan pembajakan. Para perompak memaksa nakhoda untuk berlayar ke lokasi tak dikenal saat properti dan muatan kapal telah habis dicuri oleh mereka. Beberapa waktu lalu sejumlah ABK mengalami luka serius akibat tindak kekerasan para perompak. Akhir-akhir ini otoritas Benin dan Nigeria aktif melaksanakan patroli di wilayah perairan rawan tersebut. Hasilnya, jumlah tindak kejahatan mulai mereda. Meskipun demikian, kapal-kapal disarankan untuk tetap waspada dan melakukan berbagai upaya antiperompakan agar dapat mencegah terjadinya berbagai aksi kejahatan.

Togo: Lome – Serangan makin meningkat. Para perompak di area ini rata-rata bersenjata lengkap, sangat ganas dan berbahaya. Serangan dapat terjadi saat kapal lego jangkar atau sedang berada di laut lepas khususnya pada malam hari. Beberapa kapal telah mengalami serangan, pembajakan selama beberapa hari manakala muatan (minyak gas) telah terkuras habis dicuri.

Teluk Aden/Laut Merah : Para perompak Somalia masih sering melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi pantai utara Somalia di Teluk Aden dan sebelah selatan Laut Merah di Bab El Mandeb TSS meskipun di sana telah hadir kapal perang. Para perompak menyerang kapal-kapal niaga dengan menembakkan senjata-senjata otomatis dan Rocket Propelled Grenades (RPG) agar dapat menguasai dan membajaknya. Setelah serangan ini berhasil dan kapal dibajak, mereka akan mengendalikan kapal menuju pantai Somalia dan selanjutnya menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal berikut awaknya. Seluruh kapal yang transit di area ini disarankan untuk selalu waspada dan melakukan berbagai tindakan purbajaga selama 24 jam penuh baik secara visual maupun menggunkan radar antiperompakan. Para ABK yang kena giliran jaga harus benar-benar waspada terhadap perahu atau sekoci asing yang berkumpul mengitari kapal. Deteksi dini dan tindakan akurat akan memungkinkan nakhoda untuk meningkatkan kecepatan kapal dan melakukan berbagai olah gerak pencegahan agar bisa kapal dapat melepaskan diri dari para perompak. Pada saat bersamaan segeralah meminta bantuan kepada berbagai otoritas/agen termasuk IMB PRC. Bila memungkinkan, pantau terus menerus setiap perahu atau sekoci yang bergerombol di sekitar kapal. Ikuti terus petunjuk-petunjuk dalam rekomendasi terakhir BMP.

This entry was posted in Tindak Kriminal di Laut and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>